Selasa, 23 Februari 2016

cara pasang room di hp android

Diposting oleh ady febrianto86

Cara Instal Custom Rom di Handphone Android

 

Room Rom - Di postingan sebelumnya sudah dijelaskan mengenai Pengertian Rom, Custom rom, kernel dan flashing. Bagi pemula yang tertarik untuk mencoba menginstall Custom rom (Rom yang sudah dimodifikasi oleh developer pihak ketiga) berikut akan saya jelaskan cara yang umum dipakai dalam menginstall Custom Rom.

Tapi ada beberapa hal juga yang harus diperhatikan sebelum anda memulai menginstall custom rom :
  • Custom Rom adalah buatan developers pihak ketiga (bukan pengembang resmi), jadi kita harus benar2 memperhatikan kualitas custom rom tersebut. Perhatikan komentar2 rekan-rekan yang pernah mencoba Custom rom tersebut, perhatikan kelebihan dan kekurangannya. Karena sesempurna apapun Rom, pasti ada bugs (kekurangannya). Bahkan Stock rom sekalipun.
  • Tidak semua Custom rom cara menginstallnya sama, disini saya hanya memakai cara yang umum dipakai saja walaupun kebanyakan caranya menggunakan seperti cara dibawah.
  • Pastikan Custom rom yang anda siapkan benar-benar untuk perangkat yang akan anda install.
  • BACKUP!!! BACKUP!!! BACKUP!!! ini point yang sangat harus diperhatikan... karena jika ada kegagalan dalam menginstal rom, bisa direstore ( dikembalikan) ke kondisi terakhir saat dibackup. Caranya :
  1. Masuk menu CWM recovery
  2. Pilih Backup dan restore
  3. Pilih Backup, dan tunggu sampai prosesnya selesai

CWM
Cara menginstall Custom rom biasanya menggunakan CWM (Clock Work Mod) recovery / TWRP (Team Win Recovery Project), keduanya sama-sama recovery buatan yang biasa digunakan untuk modifikasi perangkat android. Untuk cara menginstall Recovery CWM dan TWRP berbeda tiap tipe perangkat Android, silahkan cari sesuai tipe handphone yang anda miliki.

Berikut cara menginstal Custom Rom dengan menggunakan CWM:

  1. Ketika Handheld dalam kondisi mati, masuk ke Recovery mode (tentunya yang sudah dipasang CWM, jangan Recovery bawaan) Cara masuk menu CWM pun berbeda-beda tiap tipe Handphone, tergantung developer yang membuat CWM tersebut. Ada yang dengan menekan tombol back terus menerus, ada yang dengan menekan tombol power atas / bawah sambil menekan power dan ada juga yang cukup dengan cara menyentuh layar.
    TWRP
  2. Setelah masuk ke recovery mode, pilih wipe data / factory reset.
  3. Pilih wipe cache partition
  4. Pilih advance kemudian wipe dalvik cache
  5. Kemudian kembali ke menu sebelumnya dengan menekan tombol back, kemudian pilih install zip from sd card
  6. Cari file Custom rom yang sudah disiapkan di SD card
  7. pilih yes, kemudian tunggu progress penginstallan sampai statusnya complete.
  8. Reboot Perangkat Android anda, Maka Android anda pun sudah berganti Operasi system menjadi yang sudah dimodifikasi oleh developer pihak ketiga.
Booting pertama mungkin akan memakan waktu yang agak lama, tapi jika terlalu lama mungkin anda mengalami bootloop.hal ini bisa  diakibatkan oleh Custom rom yang tidak cocok ataupun Custom rom yang bukan untuk perangkat tersebut.
Jika terlanjur seperti itu, anda ga usah khawatir karena masih bisa diperbaiki dengan cara merestore ke kondisi ketika dibackup (Itulah gunanya Backup).
Untuk cara merestore, caranya hampir sama dengan waktu kita membackup :
  1. Masuk menu CWM recovery
  2. Pilih menu Backup dan restore
  3. Pilih restore
  4. Cari file hasil backupan, biasanya ada di folder Clockworkmod
  5. Tunggu hingga proses restore selesai
  6. Reboot perangkat anda.

jenis jenis software

Jenis-Jenis Software

Jenis-jenis software. Menurut jenisnya, software dapat dibagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut :

  1. Commercial Software (software berbayar)

    Commercial Software
  2. Jenis-jenis software yang pertama yaitu tentang commercial software atau software berbayar merupakan softwarek yang dibuat untuk tujuan dan kebutuhan komersil. Bagi setiap pengguna yang ingin menggunakan software tersebut, pengguna tersebut harus membelinya kepada pihak yang mendistribusikannya, bisa langsung kepada pengembang software yang membuatnya. Pengguna yang menggunakan software berbayar tersebut, biasanya tidak dilegalkan atau tidak diperbolehkan untuk menyebarluaskan ulang software tersebut.

    Contoh software berbayar seperti Adobe Photoshop, Corel Draw, dan sebagainya. Software berbayar dilindungi oleh undang-undang hak cipta serta untuk mendapatkannya kita harus membeli software tersebut.

  3. Freeware

     Freeware
  4. Freeware atau software gratis merupakan software yang memiliki hak cipta, namun bagi pengguna yang ingin menggunakan software tersebut, dapat di unduh secara gratis dan tanpa batasan waktu. Freeware berbeda dengan shareware, shareware mewajibkan para penggunanya untuk membayar dalam jangka waktu percobaan atau untuk memperoleh fungsi tambahan dari software tersebut. Para pengembang perangkat tersebut biasanya membuat perangkat gratis freeware “untuk disumbangkan kepada suatu komunitas”, namun developer aplikasi tersebut tetap ingin untuk mempertahankan hak dan memiliki kontrol luas terhadap pengembangan selanjutnya.

    Freeware juga dapat didefinisikan sebagai suatu program apapun yang didistribusikan secara gratis dan tanpa biaya tambahan. Contoh Freeware adalah Mozilla Firefox dan sebagainya.

  5. Shareware

    Shareware
  6. Shareware merupakan perangkat lunak yang disediakan bagi para pengguna tanpa membayar atau dapat mendapatkan dengan menggunakan sebagai uji coba dan seringkali di batasi oleh kombinasi dari fungsi, kenyamanan, dan sebagainya. Jadi, dapat didefinisikan bahwa shareware sebenarnya adalah aplikasi uji coba dan bagi para penggunanya harus membelinya kepada pihak yang mendistribusikannya agar dapat menggunakan software tersebut apabila waktu uji coba telah habis atau ingin mendapatkan fitur tambahan tertentu.

    Alasan di balik perangkat lunak Shareware adalah dengan memberikan pembeli kesempatan terlebih dahulu untuk mencoba menggunakan program tersebut sebelum membeli lisensi untuk versi yang lebih lengkap. Ini juga dipakai sebagai salah satu strategi pemasaran atau marketing dari developer aplikasi shareware tersebut.

  7. Firmware

    Firmware
  8. Firmware merupakan software yang mengacu kepada perangkat lunak yang disimpan dalam Memori Read Only atau memori hanya baca. Tidak seperti jenis memori akses acak, Firmware tidak akan berubah meski tidak dialiri oleh arus listrik. Dari mulai komputer startup sampai proses instruksi input/output.

    Modifikasi memang masih dapat dilakukan, namun hal tersebut tergantung dari jenis ROM atau Read Only Memory yang digunakan. Firmware yang telah disimpan dalam ROM tidak dapat diubah, namun Firmware yang disimpan dalam ROM yang dapat diubah seperti EEPROM atau Flash ROM, masih dapat untuk diubah sesuai kebutuhan.

  9. Free Software

    Free Software
  10. Free Software atau perangkat lunak bebas merupakan istilah yang diciptakan yang mengacu kepada perangkat lunak bebas untuk digunakan, dipelajari serta diubah dan dapat disalin dengan ataupun tanpa modifikasi. Bebas disini juga berarti dalam menggunakan, mengubah,  mempelajari, atau menjual sebuah perangkat lunak dan seseorang tidak perlu untuk meminta izin siapa pun. Dengan kata lain Anda dapat mengutak atik software tersebut sesuka hati.

    Perangkat lunak tersebut biasanya memiliki sebuah lisensi dan menyediakan akses ke kode sumbernya bagi para penggunanya. Perlu diketahui bahwa perangkat lunak bebas atau free software jangan disalahartikan dengan perangkat lunak gratis (freeware). Freeware dapat berupa free software yang berarti perangkat lunak bebas atau pun freeware dapat berupa perangkat lunak tak bebas.

    Pada umumnya perangkat lunak bebas tersedia secara gratis bagi para penggunanya dan dibangun oleh komunitas terbuka. Para anggota komunitas yang tergabung tersebut biasanya bersifat sukarela tetapi dapat juga merupakan karyawan dari suatu perusahaan yang memang telah dibayar untuk mengembangkan perangkat lunak tersebut.

  11. Open Source Software

    Open Source Software
  12. Open Source Software atau dapat disebut juga perangkat lunak sumber terbuka merupakan jenis perangkat lunak yang kode sumbernya bersifat terbuka dan dapat untuk dipelajari, diubah, dikembangkan, ditingkatkan, serta dapat juga disebarluaskan. Karena adanya sifat tersebut, pada umumnya pengembangannya atau developer dilakukan oleh satu komunitas terbuka yang memiliki tujuan untuk mengembangkan perangkat lunak bersangkutan. Open source software yang dihasilkan tersebut biasanya bersifat bebas dengan tetap menganut sebuah kaidah dan etika tertentu.

    Semua perangkat lunak bebas merupakan perangkat lunak sumber terbuka, tetapi sebaliknya perangkat lunak sumber terbuka belum tentu perangkat lunak bebas, tergantung kaidah yang sedang dipakai aplikasi tersebut dalam melisensikan suatu perangkat lunak sumber terbuka.

  13. Malware

    Malware
  14. Malware atau perangkat perusak merupakan perangkat lunak yang diciptakan oleh penciptanya untuk merusak sistem komputer. Perangkat perusak terdiri dari virus komputer, trojan horse, rootkit, cacing komputer , spyware, adware, crimeware, dan perangkat-perangkat lunak lainnya.